WeWork: Sejarah Singkat dan Perkembangannya Saat Ini

Contributor : Galih Dea | Date : 2020-02-03

Di masa kini, telah hadir beragam perusahan rintisan, yang disebut dengan startup. Startup ini hadir di beragam sektor industri, dengan menghadirkan berbagai inovasi yang menggiurkan bagi orang-orang di dunia. Dalam sektor layanan penyedia co-working space, terdapat satu startup yang sedang populer, yakni WeWork.

WeWork Secara Singkat

WeWork adalah startup yang berasal dari New York, Amerika Serikat. WeWork ini berfokus untuk menyediakan co-working space. WeWork sendiri didirikan oleh Adam Neumann selaku founder nya, yang didampingi oleh co-founder Miguel McKelvey.

Sejarah WeWork dari Tahun ke Tahun

Sebelum memulai WeWork, mereka berdua memulai usaha co-working space, yang dinamakan dengan Green Desk pada tahun 2008, yang menjadi cikal bakal dari WeWork saat ini. Green Desk ini menawarkan co-working space bagi orang-orang, menyediakan ruangan dengan perabotan yang lengkap, serta didukung pula dengan akses internet kecepatan tinggi. Pelanggan dari Green Desk dapat menggunakan layanan ini dengan harga yang tergolong murah berdasarkan jangka waktu pembayaran tertentu, yang dapat dilakukan per bulan atau dalam jangka panjang. Karena itulah, Green Desk dapat berkembang pesat pada masa itu, di tengah krisis finansial yang melanda dunia real-estate.

Di tengah perkembangan dari Green Desk, Neumann dan McKelvey berpikir untuk mendirikan jaringan co-working space yang menyenangkan, yang dapat dinikmati oleh setiap orang, tidak hanya di Amerika Serikat, namun juga di seluruh dunia. Karena itu, Neumann dan McKelvey menjual Green Desk pada tahun 2010. Dengan bermodalkan 300 ribu dollar, Neumann dan McKelvey menyewa satu lantai pada salah satu bangunan di Soho, yang merupakan lantai pertama yang disewakan oleh Neumann dan McKelvey sebagai percobaan awal, dan hanya membutuhkan satu bulan untuk mendapatkan keuntungan. Dan setelah itu, Neumann, bersama dengan McKelvey, mendirikan WeWork, serta membuka beberapa tempat yang menjadi lahan WeWork dalam empat tahun. Karena keunikannya tersebut, Softbank bahkan tertarik untuk berinvestasi dengan WeWork, membuat WeWork berkembang pesat pada tahun-tahun mendatang.

Pada tahun 2014, dengan keyakinan dari Neumann, WeWork memperluas jangkauan pasarnya, dengan membangun kantor internasional pertamanya di London. Setelah sukses dengan layanan co-working space nya, WeWork memasuki dunia real-estate pada tahun 2016 dengan produk WeLive nya, yang menyediakan micro-apartment yang memiliki fitur lengkap, seperti perabotan, room service, dan akses internet gratis. Di tahun 2017, WeWork mengumumkan bahwa mereka mendirikan sekolah entrepreneur untuk anak berusia 2 – 11 tahun, yang dinamakan WeGrow oleh penggagas dan CEO nya, Rebekah Neumann, yang juga merupakan pasangan dari Adam Neumann. Tidak lama setelah WeGrow didirikan, WeWork membuka gym mereka sendiri, dengan nama Rise by We, yang berlokasi di New York. Rise by We ini menawarkan yoga, kelas tinju, dan ‘superspa’.

Tidak berhenti sampai disitu, karena pada Desember 2018, WeWork, dengan nama The We Company, mengumpulkan berkas-berkas yang diperlukan untuk melakukan IPO (initial public offering), dengan valuasi berkisar 47 miliar dollar pada Agustus 2019. Dengan valuasi sebesar itu, banyak yang mempertanyakan bagaimana WeWork mendapatkan keuntungannya, dan mulai satu per satu kebusukan dari WeWork, terutama yang berkaitan dengan Adam Neumann dan gaya hidup konsumtifnya, mulai terkuak oleh pihak investor dan media, menyebabkan valuasinya semakin menurun hingga mencapai 10 miliar dollar.

Downfall dari WeWork

Setelah mengalami kerugian besar, WeWork kemudian menunda IPO nya pada 16 September 2019, diikuti dengan Adam Neumann yang mundur dari kursi CEO pada 24 September 2019. Karena kerugian tersebut pula, WeWork berencana untuk menjual dan menutup cabang bisnisnya, seperti WeGrow, serta berencana melakukan PHK besar-besaran. Dan di saat itu, WeWork diambil alih oleh investor terbesarnya, yaitu Softbank, serta memberikan 1,7 miliar dollar untuk turun dari kursi CEO.

Rencana Kebangkitan dari WeWork

Saat ini, untuk menyelamatkan diri dari ambang kehancuran, WeWork menunjuk Sandeep Mathrani sebagai CEO barunya. Sandeep sendiri merupakan sosok berpengalaman dalam industri real estate, dengan pengalaman menjadi CEO Brookfield Properties dan Vornado Realty Trust. Sandeep ini akan menggantikan co-CEO dari WeWork, Artie Minson dan Sebastian Gunningham, efektif mulai 18 Februari 2020.

Dengan kisah mengenai WeWork ini, semoga WeWork dapat kembali bangkit, dan dapat menjadi pembelajaran bagi orang-orang yang akan masuk dalam dunia startup untuk lebih berhati-hati lagi, terutama ketika startup sudah mulai besar dan dikenal secara luas.

 

Sumber Berita:

"The history of WeWork" - businessinsider.sg

"Hampir Tumbang, Startup Ini Tunjuk Orang India Jadi 'Juru Selamat'" - inet.detik.com

 

Sumber Gambar:

"The history of WeWork" - businessinsider.sg

Tags :

bisnis, business, startup, co-working space, wework, history, development, multinational, vantura, semarang, indonesia, rise, downfall, real estate
Type and Hit Enter to Search