Contributor : Galih Dea | Date : 2020-01-09
Saat ini, di dunia bisnis sedang marak bermunculan berbagai perusahaan rintisan, yang kita kenal sebagai startup. Para startup ini hadir dengan berbagai inovasi, seperti produk dan jasa, yang kemudian ditawarkan ke publik. Karena keunikan dari produk dan jasa yang ditawarkan oleh startup ini, tak mengherankan bila para startup ini mulai banyak dikenal, terutama di Indonesia. Dengan menghadirkan berbagai produk dan jasa, startup kemudian mulai mendapatkan nilai, yang disebut dengan valuasi startup, yang dianggap penting dalam kelangsungan hidup startup tersebut.
Pada dasarnya, valuasi startup adalah nilai dari startup pada sebuah pasar dari industri dan sektor dimana startup tersebut berjalan. Valuasi startup ini meliputi beberapa faktor, seperti keseimbangan antara permintaan dan kebutuhan dana, skala dari kegiatan-kegiatan terkini, keinginan investor untuk berinvestasi di startup tersebut, serta dana yang dibutuhkan dari startup. Valuasi ini penting bagi pemilik startup karena hal tersebut menentukan porsi dari startup yang dimiliki untuk diberikan pada investor, yang dapat dikonversikan dalam bentuk uang. Semakin tinggi valuasi startup, maka semakin kecil porsi yang perlu diberikan pada investor, atau lebih banyak pemasukan yang didapat dari investasi tersebut. Selain itu, valuasi juga dianggap penting bagi para investor, karena valuasi menjadi faktor utama yang menandakan berapa banyak yang mereka dapat dari investasi mereka. Ada tiga tingkatan startup tertinggi berdasarkan valuasinya, yakni unicorn, decacorn, dan hectocorn.
Di tingkat ketiga dari atas, ada unicorn startup. Unicorn startup merupakan startup yang memiliki valuasi sebesar lebih dari 1 miliar dolar AS. Istilah unicorn ini memang diambil dari spesies kuda mitologi dengan satu tanduk di kepala, membuat istilah unicorn pada startup sendiri merepresentasikan status dari kuda tersebut, yaitu langka dan sulit untuk dicapai. Sudah banyak startup di dunia yang berstatus unicorn, bahkan di Indonesia sendiri ada beberapa startup yang merupakan unicorn, yaitu OVO yang bergerak di bidang fintech, Bukalapak dan Tokopedia dari bidang e-commerce, serta Traveloka di sektor travel.
Di atas unicorn, ada decacorn startup. Decacorn startup merupakan startup yang memiliki valuasi sebesar lebih dari 10 miliar dolar AS. Decacorn ini terdiri dari dua kata, yakni deca yang berarti 10, dan corn yang diambil dari penggalan istilah unicorn. Di dunia, sudah ada beberapa startup yang masuk dalam status decacorn, seperti Uber dan Grab dengan layanan ride sharing nya, ByteDance yang terkenal karena aplikasi TikTok nya, serta Go-Jek, layanan ride sharing dari Indonesia yang sekaligus menjadi decacorn pertama di Indonesia.
Di tingkatan paling atas, berdiam hectocorn startup. Hectocorn startup adalah startup yang memiliki valuasi sebesar lebih dari 100 miliar dolar AS. Saat ini, perusahaan yang berada di kasta hectocorn ini adalah perusahaan-perusahaan teknologi seperti Apple, Facebook, dan Google.
Dan itulah uraian singkat mengenai valuasi startup dan tingkatan startup berdasarkan valuasinya. Apakah kamu sudah siap untuk membangun startup mu sendiri?
Sumber Berita:
"Mengenal Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn dalam Startup" - tirto.id
"Startup Valuation: Everything You Need to Know" - upcounsel.com
"Go-Jek Jadi Decacorn, Ini Tingkatan Startup Hingga Kasta Tertinggi" - money.kompas.com
Sumber Gambar:
Tags :
vantura, business, bisnis, startup, valuation, valuasi, unicorn, decacorn, hectocorn, indonesia, dunia, investor