Contributor : Galih Dea | Date : 2019-12-20
Sudah banyak mobile app yang tersedia di berbagai mobile app marketplace. Hal ini dikarenakan oleh basis pengguna perangkat mobile yang saat ini semakin besar. Oleh karena itu, pengembang mulai menganggap bahwa membangun mobile app memiliki prospek baik dalam jangka panjang.
Terdapat banyak bahasa pemrograman yang dapat digunakan oleh pengembang. Bahasa pemrograman ini umumnya hanya dapat digunakan untuk membangun mobile app pada satu platform saja. Apabila Java dapat digunakan untuk mengembangkan mobile app berbasis Android, Apple menggunakan bahasa pemrograman Swift yang tersedia bagi para pengembangnya.
Swift merupakan bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Apple. Swift ini digunakan untuk mengembangkan beberapa aplikasi untuk sistem operasi milik Apple, seperti iOS, WatchOS, TVOS, dan MacOS. Swift adalah salah satu dari bahasa pemrograman terkini yang menerapkan Object-Oriented Programming (OOP).
Swift pertama kali diperkenalkan di Worldwide Developers Conference (WWDC) pada tahun 2014 oleh Apple, dan memunculkan berbagai opini-opini semenjak itu. Reaksi pertama terhadap Swift bisa dianggap bercampur, karena ada pengembang yang menyukai fitur, fleksibilitas, dan kemudahan penggunaannya, namun ada pula yang mengkritisi hal tersebut. Satu tahun kemudian, Apple membuat Swift menjadi open-source, seketika meningkatkan perkembangannya, karena terdapat lebih dari 60 ribu orang meng-clone kode program yang menggunakan Swift pada satu minggu pertama setelah pengumuman tersebut. Dan pada tahun 2016, Swift telah menjadi bahasa pemrograman dengan perkembangan paling cepat dalam sejarah menurut TIOBE Index, dan menjadi 10 bahasa pemrograman paling populer pada Oktober 2018.
Sebagai satu-satunya bahasa pemrograman yang didukung penuh oleh Apple, ada beberapa alasan yang membuat Swift ini banyak digunakan oleh pengembang mobile app berbasis Apple. Swift memiliki penggunaan bahasa yang clean dengan sintaks yang dianggap simpel, sehingga lebih mudah untuk dibaca maupun ditulis. Swift yang mudah dipahami ini tentu saja akan memangkas waktu pengembangan. Swift dapat digunakan untuk mengembangkan mobile app yang future-proof dan dapat menambahkan fitur-fitur baru yang dibutuhkan dengan mudah, dan tentu karena dukungan secara langsung dari Apple. Seperti namanya, Swift menawarkan performa yang cepat ketimbang pendahulunya, yaitu Objective-C. Selain itu, Swift juga menawarkan security yang mumpuni, dengan typing system dan error handling yang kuat untuk menghindari error dalam pengembangan mobile app.
Walaupun demikian, masih ada beberapa alasan mengapa pengembang tidak memilih menggunakan Swift. Umur Swift yang masih muda, dengan segala update berkala nya tidak membuatnya lebih superior dari bahasa pemrograman lain, karena Swift masih terbatas pada library yang bersifat native, dan dapat menjadi unstable pada setiap update barunya. Komunitas pengembang Swift masih tergolong kecil terlepas dari perkembangannya yang pesat, sehingga cukup menyulitkan pengembang yang ingin berdiskusi mengenai Swift. Karena frekuensi update nya yang cukup sering, susah pula untuk menemukan tool yang tepat dalam penggunaan Swift. Ditambah lagi dengan IDE (integrated development environment) nya, Apple XCode, yang masih dianggap kurang mendukung pengembang dalam menggunakan Swift. Selain itu, Swift hanya berlaku untuk iOS 7 dan setelahnya, sehingga untuk kalian pengguna iOS 7 ke bawah, selamat tinggal pada mobile app berbasis Swift.
Jadi, itulah seluk beluk mengenai Swift, bahasa pemrograman untuk pengembangan mobile app yang diusung dan didukung penuh oleh Apple. Setelah ini, apakah kalian sudah tertarik untuk membangun mobile app dengan bahasa Swift?
Sumber Berita:
"Apple Swift" - whatis.techtarget.com
"The Good and the Bad of Swift Programming Language" -altexsoft.com
Sumber Gambar:
"What Takes Swift App Development from Mundane to Awesome" - pinterest.com
Tags :
mobile app, mobile app development, apple, swift, vantura, indonesia