Contributor : Galih Dea | Date : 2020-02-11
Di era yang serba modern ini, teknologi sudah sangat jauh berkembang pesat. Dalam beberapa tahun belakangan ini, selalu saja muncul berbagai inovasi yang menarik dalam segala aspek kehidupan manusia. Munculnya inovasi ini dapat dari mana saja, mulai dari iklan-iklan di media massa, atau sekadar ciutan di media sosial.
Pada 28 Januari 2020 lalu, pada platform media sosial Twitter, muncul satu tweet yang mendadak viral, menampilkan seseorang yang membuat beat dengan media barcode yang berjejer, kemudian orang tersebut menyoroti barcode tersebut dengan dua barcode scanner yang dipegang. Dan diketahui, orang yang memainkan barcode scanner tersebut adalah Ei Wada, atau yang lebih dikenal dengan Crab Feet, seniman dan musisi asal Jepang yang membangun ulang perangkat elektronik menjadi instrumen musikal. Sebelum ini, Ei Wada pernah terlibat dalam proyek orkestra menggunakan 20 reel-to-reel tape recorder, menyediakan musik untuk 11 pertunjukan musik Issey Miyake ketika di Paris, serta mendirikan Electronicos Fantasticos, grup yang bergelut pada seni, musik, dan teknologi. Dan proyek barcode music tersebut dibuat di bawah Electronicos Fantasticos sejak 2018, dan telah dipertunjukkan dalam berbagai acara hingga saat ini.
Menurut Ei Wada, barcode scanner yang ia gunakan untuk membuat beat tersebut sudah ia modifikasi sendiri, yang membuatnya dapat menghasilkan nada dengan menyambungkan sinyal yang di-scan secara langsung pada audio terminal sebagai output dari suara.
Disamping itu, backdrop yang digunakan sebagai media barcode tersebut pada dasarnya kosong, karena barcode sendiri umumnya terdiri dari pola yang berisikan batang berwarna hitam dan putih dengan ketebalan yang bervariasi. Barcode scanner ini kemudian digunakan untuk menerjemahkan cahaya yang dipantulkan dari deretan barcode, mengubahnya menjadi bit yang terdiri dari teks yang dapat dipahami oleh perangkat komputer, dan sistem barcode tersebut akan mengeluarkan beep untuk menandakan bahwa proses scan berhasil.
Karena keunikan dari barcode scanner tersebut, pengguna internet banyak mendiskusikan mengenai instrumen tersebut pada berbagai forum online, terutama membahas bagaimana scanner tersebut bisa mengubah barcode menjadi nada. Banyak faktor yang dapat dipertimbangkan, seperti pitch dan kecepatan yang sepenuhnya dikontrol oleh beragam gerakan, seperti gerakan mendekat atau menjauh, seberapa cepat scanner bergerak, memiringkan scanner, bahkan sampai transisi dari barcode satu ke barcode lain.
Selain barcode scanner tersebut, Wada juga melakukan beberapa inovasi menarik, seperti mengubah televisi CRT kecil menjadi instrumen musik sejenis ukulele, melakukan modifikasi pada reel-to-reel tape recorder menjadi sesuatu yang menyerupai akordeon, dan menyulap kipas pabrik menjadi bas gitar.
Dan itu adalah cerita mengenai barcode scanner yang dimodifikasi untuk digunakan dalam menciptakan musik yang modern. Dengan hadirnya inovasi ini, tak pelak setiap benda elektronik, terutama yang kuno, dapat disulap untuk menghasilkan mahakarya yang dapat mengubah berbagai hal selamanya.
Sumber Berita:
"These modded scanners let you play techno using barcodes" - theverge.com
Sumber Gambar:
"Kreatif! Seniman Ini Bikin Musik dari Barcode" - hot.detik.com
Tags :
technology, music, musik, beat, barcode scanner, pemindai batang, japanese, ei wada, crab feet, electronic appliances, electronicos fantasticos, innovation, vantura, semarang, indonesia