Memahami Fenomena yang Terjadi Seiring Munculnya Coronavirus

Contributor : Galih Dea | Date : 2020-02-04

Coronavirus adalah satu yang sedang santer dibicarakan oleh netizen di dunia. Coronavirus adalah wabah mematikan asal Tiongkok, yang disinyalir telah tersebar di hampir seluruh belahan dunia, dengan memakan banyak korban jiwa, baik yang sedang dirawat maupun yang meninggal dunia. Selain korban jiwa, coronavirus ini menimbulkan munculnya beragam hal, termasuk di ranah teknologi.

Hoax Mengenai Coronavirus yang Tersebar Luas

Hoax, atau berita palsu, adalah satu fenomena yang sering ditemui di masa yang serba didominasi oleh teknologi ini. Sudah hal yang wajar apabila hoax ini sulit sekali dibedakan dengan berita yang jujur, terutama bagi orang awam. Ditengah maraknya pembahasan mengenai coronavirus, tentu hadir hoax seputar wabah tersebut, tidak terkecuali di Indonesia. Dan tidak tanggung-tanggung, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Indonesia menemukan setidaknya 54 konten mengenai coronavirus yang dianggap hoax. Konten-konten hoax yang telah ditemukan tersebut dipastikan telah tersebar secara luas, baik melalui media sosial maupun perpesanan instan.

Namun, Kominfo tidak ingin tergesa-gesa dalam menindak konten berbau hoax tersebut, karena Kominfo memilih untuk melakukan tindakan persuasif, dengan memberikan peringatan bahwa konten tersebut berisikan informasi yang tidak benar. Selain itu, Kominfo juga menghimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam membaca dan menganalisis segala berita yang mereka terima, supaya terhindar dari ragam hoax yang berpotensi memicu kebingungan di tatanan masyarakat.

Malware yang Terselip dalam Pemberitaan Coronavirus

Dengan hadirnya coronavirus, mulai banyak bermunculan konten yang membahas mengenai pencegahan coronavirus. Namun, tanpa disadari oleh banyak orang, Kaspersky mengemukakan bahwa munculnya beragam konten ini memberikan kesempatan bagi para peretas untuk menyebarkan berbagai malware. Malware ini terdiri dari beberapa bentuk, seperti video, suara, dan dokumen, sehingga seringkali dapat mengecoh calon korbannya.

Ketika korban mengakses malware tersebut, seketika membuat peretas memiliki kemampuan untuk memblokir perangkat, menyalin, mengubah data, mencuri, bahkan merusak data dari perangkat pengguna yang terjangkit malware tersebut. Perangkat yang dimaksud ini tidak hanya perangkat desktop, namun juga ponsel yang sering dibawa oleh orang-orang. Oleh karena itu, untuk menghindari malware, netizen dihimbau untuk tidak termakan informasi dari situs yang tidak dikenal, dan mencari informasi hanya melalui sumber resmi yang lebih terpercaya.

Sebagian Besar Perusahaan Mulai Menghentikan Aktivitasnya di Tiongkok

Coronavirus masih menjadi momok, terutama di Tiongkok yang merupakan daerah awal penyebaran wabahnya. Karena hal tersebut, banyak warga Tiongkok yang terjangkit coronavirus saat ini. Di sektor industri, banyak perusahaan multinasional yang mendirikan salah satu tempat aktivitasnya di Tiongkok, bahkan menjadikannya sebagai pusat dari bisnis. Karena coronavirus ini mengancam keselamatan oleh para pekerja perusahaan multinasional tersebut, banyak perusahaan yang menghentikan aktivitasnya di Tiongkok.

Saat ini, sudah banyak perusahaan multinasional yang menghentikan aktivitasnya di Tiongkok. Google adalah salah satu yang mengawali penutupan aktivitasnya di Tiongkok. Kemudian, disusul dengan Apple yang mengikuti langkah Google. Dan yang terbaru, ada Samsung yang juga melakukan hal serupa. Samsung menutup sebagian besar aktivitasnya di Tiongkok, seperti toko, kantor, dan contact center, sampai waktu yang tidak bisa ditentukan, dan akan dibuka kembali apabila kondisi di Tiongkok sudah jauh lebih baik. Walaupun begitu, pabrik chip Samsung, yang berlokasi di Xian, Tiongkok tetap akan beroperasi dengan normal, sehingga produksi dari produk mereka tetap berjalan seperti biasa.

Dibalik penutupan aktivitas oleh perusahaan multinasional di Tiongkok, lain halnya dengan Huawei. Alih-alih menutup aktivitas utamanya, terutama di bagian produksi, Huawei dengan gagah berani tetap melanjutkan proses produksi, bahkan lebih gencar dari biasanya. Hal ini terjadi karena Huawei merupakan pengecualian dalam produksi bagi otoritas Tiongkok, sehingga dapat tetap melanjutkan langkahnya. Selain itu, produksi dari produk Huawei sebagian besar dilakukan di Dongguan, sebuah kota di daerah selatan Tiongkok, sehingga dianggap aman dari wabah coronavirus.

Dan itulah rekapitulasi dari beberapa hal yang terjadi selama pemberitaan mengenai coronavirus sedang marak di dunia. Supaya tetap terhindar dari bahaya, orang-orang dihimbau untuk lebih teliti terhadap informasi yang mereka temui, untuk terhindari dari hoax dan malware yang tersebar di dunia maya. Selain itu, lakukanlah hal-hal preventif, untuk menghindari terjangkit coronavirus.

 

Sumber Berita:

"Daftar 54 Hoax Virus Corona yang Ditemukan Kominfo" - inet.detik.com

"Kaspersky Temukan Malware Berkedok Informasi Virus Corona" - tirto.id

"Ikuti Apple, Samsung Tutup Toko di China karena Virus Corona" - inet.detik.com

"Ramai Wabah Virus Corona, Huawei Tetap Genjot Produksi" - inet.detik.com

 

Sumber Gambar:

"State activates emergency coordination center due to coronavirus spread" - abc12.com

Tags :

coronavirus, epidemic, dunia, world, wabah, virus, netizen, china, tiongkok, hoax, fenomena, phenomenon, kominfo, indonesia, malware, peretas, hacker, kaspersky, business, apple, samsung, google, huawei, activity, vantura, semarang
Type and Hit Enter to Search