Contributor : Galih Dea | Date : 2019-12-26
PHP adalah salah satu bahasa pemrograman paling populer di dunia, yang seringkali digunakan dalam pengembangan website. Pengembangan website menggunakan PHP ini dapat dilakukan secara native menggunakan fitur bawaan dari PHP sendiri, atau menggunakan semacam framework PHP. Dan saat ini, pengembang lebih memilih untuk menggunakan framework dalam pengembangan website dengan PHP. Terdapat banyak framework PHP yang dapat digunakan oleh pengembang website, salah satunya adalah Laravel.
Laravel adalah salah satu framework PHP yang paling populer di seluruh dunia. Laravel ini dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai website, baik dari yang skala kecil sampai yang berskala besar. Laravel sering menjadi pilihan bagi para pengembang website profesional, alasannya karena performa, fitur, dan scalability nya yang terbilang bagus. Laravel mengusung struktur MVC (Model View Controller), yang dibuat untuk mempermudah pengembang dalam memahami Laravel dan mempercepat pengembangan website. Untuk semakin memangkas waktu pengembangan website, Laravel menyediakan fitur-fitur bawaan seperti otentikasi, mail, routing, session, dan masih banyak lagi.
Laravel memiliki beberapa fitur kunci, yang membedakannya dengan framework lain. Laravel memiliki dependency management yang dianggap terbaik, karena Laravel memiliki tool yang disebut dengan IoC (Inversion of Control) untuk mengelola class dependency pada project. Laravel sendiri cocok untuk digunakan dalam membangun website yang modular, sehingga Laravel ini dapat memisahkan beberapa komponen, dan kemudian menggabungkannya lagi dengan baik. Laravel menyediakan pula fungsi otentikasi yang bersifat out-of-the-box, hanya melalui command yang simpel, pengembang dapat membuat sistem otentikasi yang utuh. Laravel memiliki command-line tool yang bernama Artisan. Artisan ini memiliki banyak command bawaan untuk menjalankan berbagai tugas, yang berguna untuk menghindari tugas repetitive dalam proses pengembangan website. Selain itu, Laravel mempermudah pengembang untuk mengembangkan website yang multi-bahasa, dengan hadirnya trans() helper. Dari beberapa fitur tersebut, Laravel masih memiliki beberapa fitur yang akan menunjang pengembangan website.
Dibalik fitur-fitur kunci tersebut, Laravel tetap saja memiliki kelemahan. Laravel belum mendukung fitur yang berkaitan dengan payment, sehingga pengembang tetap harus bergantung pada pihak ketiga untuk menanggulangi payment dengan Laravel ini. Laravel memiliki beberapa versi, namun antar versi ini tidak memiliki kontinuitas yang baik, sehingga pengembang perlu berpikir lebih banyak apabila ingin upgrade Laravel ke versi yang lebih baru. Selain itu, Laravel kurang cocok untuk mengembangkan website yang berbasis mobile.
Begitulah pengenalan singkat mengenai Laravel, salah satu framework PHP yang paling populer di dunia. Apakah kalian tertarik menggunakan Laravel? Apabila tertarik, gunakanlah Laravel untuk mengembangkan website dengan lebih efisien.
Sumber Berita:
"What is Laravel and Why You Should Learn It" - larashout.com
"Advantages and Disadvantages of Laravel" - software-developer-india.com
Sumber Gambar:
Tags :
website, web development, php, php framework, laravel, vantura