Kenali Pengembangan Mobile App Cross-Platform

Contributor : Galih Dea | Date : 2019-12-18

Hadirnya berbagai jenis perangkat mobile telah mengubah kehidupan manusia seutuhnya. Bagaimana tidak, perangkat-perangkat mobile tersebut dianggap memudahkan segala kegiatan, membuat sebagian besar kegiatan menjadi lebih praktis. Kemudahan ini datang seiring bermunculannya berbagai jenis mobile app yang dapat diakses melalui perangkat mobile yang dimiliki. Mobile app ini pada dasarnya hanya dapat dibangun untuk satu platform. Untuk menanggulangi hal tersebut, datanglah pengembangan mobile app yang bersifat cross-platform.

Apa Itu Pengembangan Cross-Platform?

Pengembangan mobile app yang cross-platform adalah serangkaian kegiatan yang memungkinkan pengembang mobile app untuk membangun mobile app pada berbagai platform dalam satu kali jalan. Oleh karena itu, pengembang tidak perlu membuat banyak versi dari mobile app dengan bahasa pemrograman bawaan dari platform tertentu, namun pengembang dapat menulis kode dari mobile app sekali dan diluncurkan pada beberapa platform sekaligus.

Jadi, Kelebihannya Apa Saja?

Pengembangan cross-platform ini tentu saja memiliki beberapa kelebihan. Yang pertama adalah kode mobile app yang hanya perlu ditulis sekali dan dapat langsung diluncurkan ke berbagai platform yang diinginkan. Kedua, karena basis kode mobile app nya hanya satu, mobile app tersebut di berbagai platform memiliki UI/UX yang sama, sehingga apabila pengguna mengakses mobile app yang cross-platform tersebut di platform lain, pengalaman penggunaannya akan tetap sama. Ketiga, karena hanya perlu dilakukan pengembangan sekali, tentu saja akan menghemat pengeluaran dan memangkas waktu dalam pengembangan. Terakhir, dengan mobile app yang cross-platform, pengembang tidak perlu melakukan usaha lebih untuk menggaet calon pengguna, sehingga meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan pengguna dan jumlah download yang banyak pada mobile app tersebut.

Apa Kekurangannya Tetap Ada?

Dibalik kelebihan yang didapat ketika mengembangkan mobile app dengan cross-platform, tentu saja ada beberapa kekurangan. Pertama, masalah performa pada mobile app yang cross-platform, karena seringkali terjadi inkonsistensi terhadap hubungan antara komponen native dan non-native, sehingga dapat menurunkan performa dari mobile app. Kedua, mengembangkan mobile app dengan cross-platform berbeda dengan mengembangkan mobile app yang single-platform, sehingga apabila ingin mendapatkan pengalaman setara dengan mobile app yang single-platform, perlu usaha lebih dan akhirnya memakan waktu lebih.

Framework untuk Mengembangkan Mobile App secara Cross-Platform

Ada beberapa framework untuk mengembangkan mobile app secara cross-platform, namun saat ini ada tiga yang dianggap paling populer saat ini, yaitu Flutter, React Native, dan Xamarin. Dari tiga framework tersebut, Flutter adalah yang terbaru, yang dirilis oleh Google pada tahun 2017. Selanjutnya, ada React Native yang diusung oleh Facebook mulai tahun 2015. Namun, sebelum Flutter dan React Native hadir, Microsoft sudah menghadirkan Xamarin sejak tahun 2011, dan masih menjadi salah satu framework cross-platform yang paling populer saat ini.

Dan itulah seluk beluk mengenai pengembangan mobile app secara cross-platform. Setelah mengetahui penjelasan diatas, apakah kamu ingin mulai membangun mobile app secara cross-platform, atau masih bertahan dalam membangun mobile app secara single-platform?

 

Sumber Gambar:

"Flutter vs React Native vs Xamarin comparison and benefits of each" - aalpha.net

 

Sumber Berita:

"Flutter vs. React Native vs. Xamarin" - logrocket.com

Tags :

mobile, mobile app, cross-platform, mobile app development, flutter, react native, xamarin
Type and Hit Enter to Search