Instagram dan Fitur Anti-Hoax nya

Contributor : Galih Dea | Date : 2020-01-14

Media sosial adalah salah satu platform yang muncul seiring hadirnya internet di dunia. Dengan berbagai media sosial, penggunanya dapat melakukan komunikasi dengan berbagai pengguna lain, baik yang masih berada di daerah yang sama, maupun yang berada di belahan dunia lain. Dari banyaknya media sosial yang muncul, Instagram merupakan salah satu platform media sosial yang populer saat ini.

Instagram Secara Singkat

Instagram merupakan platform media sosial yang berfokus pada picture-sharing. Pengguna Instagram membagikan post mereka, yang terdiri dari satu atau lebih gambar atau video, yang kemudian dapat dilihat oleh pengguna lain. Dalam satu post, pengguna dapat memberikan caption mengenai informasi pada media yang di-post. Selain itu, pengguna dapat memasukkan berbagai pengguna lain yang berkaitan dengan post tersebut. Karena mudahnya pengoperasian fitur Instagram tersebut, Instagram ini memiliki basis pengguna yang besar, dan seringkali digunakan oleh penggunanya untuk berekspresi lebih baik. Saat ini, Instagram merupakan subsidiary dari Facebook, membuat basis penggunanya menjadi lebih luas.

Fitur Baru Instagram untuk Menghindari Hoax

Baru-baru ini, Instagram mulai mengujikan satu fiturnya yang akan dirilis di dunia secara massal, yaitu pengecekan otomatis pada post di Instagram yang dilakukan oleh berbagai fact-checker pihak ketiga, dan Indonesia juga termasuk di dalam salah satu fact-checker nya melalui beberapa media, seperti AFP Indonesia, Kompas, Liputan6, Mafindo, Tempo, dan Tirto. Fitur ini muncul untuk menghindari penyebaran hoax yang kian hari semakin marak tersebar di dunia maya. Segala post yang dianggap hoax oleh fact-checker akan mendapatkan label ‘false’ atau ‘partly false’, dan akan dihapus dari Explore dan halaman hashtag untuk mengurangi penyebarannya. Selain itu, pelabelan ini tidak serta-merta menghapus post yang dianggap hoax tersebut, sehingga memberikan kesempatan bagi pengguna untuk memutuskan apakah post tersebut hoax atau bukan. Label-label tersebut akan muncul tidak hanya pada feed, tapi Instagram stories dan Instagram direct juga akan mendapatkan perlakuan yang sama. Pengecekan hoax ini merupakan kombinasi dari dua hal, yaitu feedback dari komunitas pada suatu post yang merugikan dan kecerdasan buatan untuk menentukan post mana saja yang harus diberikan kepada fact-checker untuk ditinjau.

Itu adalah salah satu fitur baru dari Instagram yang dapat digunakan untuk menghindari hoax yang marak beredar. Namun fitur ini semata-mata hanya untuk membantu pengguna untuk mengidentifikasi hoax, bukan mutlak sebagai penanda bahwa berita tersebut hoax, jadi semuanya kembali lagi ke kuasa pengguna, sekaligus menjadi himbauan untuk lebih berhati-hati dalam mencerna berbagai informasi yang mereka terima.

 

Sumber Berita:

"Instagram's Use of Third-Party Fact-Checkers Goes Global" - adweek.com

"Fact-Checking on Facebook: What Publishers Should Know" - facebook.com

 

Sumber Gambar:

"Instagram's Use of Third-Party Fact-Checkers Goes Global" - adweek.com

Tags :

internet, social media, media sosial, dunia, worldwide, indonesia, platform, instagram, new feature, fact-checker, hoax
Type and Hit Enter to Search