Contributor : Galih Dea | Date : 2019-12-25
Cukup banyak pengembang aplikasi yang mengembangkan aplikasi dalam bentuk website. Karena kemudahan pengaksesan dan pengembangannya lah yang menyebabkan banyak pengembang tetap giat untuk membangun website. Untuk membangun website, pengembang perlu menggunakan beberapa bahasa pemrograman, salah satunya adalah CSS.
CSS, singkatan dari Cascading Style Sheet, adalah bahasa pemrograman web yang berfokus pada styling dalam website yang dibangun. CSS, bersama dengan HTML dan JavaScript, umum digunakan dalam pengembangan suatu website. Apabila website ini diibaratkan sebagai rumah, HTML ini merupakan pondasinya, CSS ini adalah perabotan, dekorasi, dan pewarnaan dari rumah, dan JavaScript adalah hal-hal yang dapat dilakukan di rumah tersebut. Dengan kata lain, CSS menangani apa yang akan dilihat dari suatu halaman web.
CSS ini dapat digunakan untuk beberapa hal, seperti mengatur warna dari teks yang muncul, style dari font yang digunakan, format spacing antar paragraf dari halaman web, variasi dalam display untuk berbagai perangkat dan ukuran layar, dan masih banyak lagi yang dapat dilakukan apabila CSS digunakan dalam pengembangan website. CSS juga cenderung mudah dipelajari dan dipahami, namun juga menghadirkan kontrol yang kuat terhadap tampilan pada dokumen HTML, sehingga cocok digunakan bersama dengan HTML.
Layaknya HTML, CSS dapat ditulis melalui text editor dari komputer. Terdapat tiga jenis CSS berdasarkan cara memasukkannya, yaitu inline CSS, internal CSS, dan external CSS. Inline CSS adalah satu deret kode CSS yang ditulis secara langsung dalam kode-kode HTML, dan hanya berlaku pada satu bagian dimana kode CSS tersebut diletakkan. Internal CSS berisikan deretan kode-kode CSS yang ditulis dalam sebuah dokumen HTML, umumnya diletakkan pada header dari HTML, membuat styling dari CSS berlaku untuk satu dokumen HTML tersebut. Apabila inline dan internal CSS hanya berlaku hanya pada satu dokumen HTML, lain halnya dengan external CSS. External CSS ini ditulis pada dokumen sendiri, dengan ekstensi .css, kemudian dokumen CSS ini dipanggil dalam dokumen HTML lain, membuatnya dapat digunakan dalam lebih dari satu dokumen HTML.
Ada dua keuntungan utama dalam menggunakan CSS. Satu, CSS ini konsisten, sehingga style dalam CSS ini dapat diterapkan secara konsisten dalam beberapa halaman web, dan tidak sulit untuk mengutak-atiknya apabila terdapat sedikit perubahan. Dua, CSS dapat digunakan untuk meningkatkan performa dari website, karena CSS ini mengurangi penulisan styling pada satu dokumen.
Namun, ada tiga kerugian dalam menggunakan CSS. Satu, terdapat beberapa level dari CSS, dari CSS1 sampai CSS3, dimana level ini memiliki implementasi yang berbeda, membuat pengembang kebingungan untuk menerapkan CSS yang tepat untuk website mereka. Dua, layaknya HTML, CSS ini tidak selalu dapat bekerja dalam setiap browser, sehingga perlu dilakukan cross-check berkali-kali. Tiga, CSS ini tidak memiliki sistem keamanan yang bersifat built-in, sehingga mudah bagi pihak luar untuk mengutak-atik isi dari suatu dokumen CSS.
Dan itulah beberapa detil mengenai CSS, styling sheet yang digunakan dalam pengembangan website, berkolaborasi dengan HTML dan JavaScript. Apabila ingin membuat antarmuka website yang lebih menarik, gunakanlah CSS dengan tepat, untuk menarik pengguna internet lain menuju ke website kamu.
Sumber Gambar:
"What Is CSS?" - lauraleeflores.com
Sumber Berita:
"Tech 101: The Ultimate Guide to CSS" - skillcrush.com
"What Is CSS?" - tutorialspoint.com
"6 Advantages and Disadvantages of Cascading Style Sheets" - connectusfund.org
Tags :
website, web development, web programming language, css, cascading style sheet, vantura