Contributor : Galih Dea | Date : 2019-12-23
Saat ini, banyak pengembang aplikasi perangkat lunak yang tertarik untuk mengembangkan website, dikarenakan website ini dapat dengan mudah diakses oleh berbagai pengguna internet. Selain itu, website banyak dipilih para pengembang aplikasi karena kemudahan-kemudahan yang ditawarkan, seperti opsi kustomisasi yang luas, ketersediaan tool yang beragam, dan lain sebagainya. Dalam mengembangkan website, terdapat semacam tool yang merupakan dasar dibangunnya suatu website, yang disebut dengan web programming language, atau bahasa pemrograman web.
Bahasa pemrograman web ini merupakan salah satu tool yang tersedia untuk pengembang website. Bahasa pemrograman web ini ada berbagai macam jenisnya, dan setiap bahasa pemrograman web ini memiliki spesifikasi yang berbeda-beda, yang disesuaikan dengan jenis website tertentu yang akan dibangun dan lingkup dari project nya. Hadirnya bahasa pemrograman web ini memberikan opsi yang luas bagi pengembang, supaya dapat memilih bahasa pemrograman yang tepat untuk website yang akan dibangun. Bahasa pemrograman web sendiri ada tiga kategori, yaitu markup language, client-side script, dan server-side script.
Markup language merupakan salah satu kategori bahasa pemrograman web. Markup language digunakan untuk menampung kode-kode yang berfungsi sebagai lapisan terluar dari suatu website, yaitu tampilan antarmuka. Markup language ini tidak bisa berdiri sendiri, oleh karena itu hadir style sheet yang membuat tampilan antarmuka menjadi lebih eye-catching. Contoh markup language dan style sheet adalah HTML, CSS, dan XML.
Setelah markup language, muncul client-side script. Client-side script ini merupakan deretan kode yang terselip pada setiap markup language. Markup language sendiri membuat website yang dibangun menjadi lebih menarik, dan client-side script mengubah website tersebut, dari yang bersifat statis, menjadi lebih dinamis, atau kata lainnya adalah interaktif. Kode dari client-side script ini berjalan pada browser, diunduh sementara melalui server menuju ke browser supaya dapat berjalan secara mandiri, tanpa bantuan dari server. Contoh client-side script sendiri adalah JavaScript, yang saat ini ramai digunakan oleh berbagai website.
Setiap website tentunya berjalan pada sebuah komputer, yang disebut dengan server. Dan server-side script ini tinggal pada server dan memiliki akses langsung pada database dari website. Server-side script ini menjembatani proses pertukaran data dari browser, sehingga mengurangi beban dari browser (termasuk dari client-side script), yang kemudian membuat website menjadi lebih aman. Terdapat beragam server-side script yang tersedia bagi pengembang, yaitu PHP, keluarga bahasa C (C,C++,C#), Java, Ruby, PERL, Python, dan lain sebagainya.
Nah, itulah sedikit pengenalan mengenai bahasa pemrograman web yang berguna untuk kamu, terutama yang ingin membangun website sendiri. Gunakanlah bahasa-bahasa pemrograman tersebut untuk menciptakan website seperti yang kamu inginkan.
Sumber Berita:
"Web Development Languages 101" - upwork.com
Sumber Gambar:
"Best Programming Languages for Web Scraping" - promptcloud.com
Tags :
website, website development, web programming language, vantura