Contributor : Super Admin | Date : 2019-11-14
Kata "Startup" menjadi sesuatu yang tidak begitu asing bagi masyarakat khususnya anak muda menuju dewasa. Sebenarnya, apa itu startup?
"Startup adalah perusahaan muda yang didirikan oleh satu pengusaha atau lebih untuk mengembangkan produk atau layanan yang unik dan membawanya ke pasar. Sesuai dengan sifatnya, startup yang tipikal cenderung menjadi bisnis yang tidak terlalu kaku, dengan dana awal dari pendiri atau keluarga mereka." (Investopedia).
Dalam bahasa Indonesia, startup memiliki padanan kata perusahaan rintisan. Berdasarkan pengertian tersebut, startup memiliki perbedaan dengan UKM, yang mana sering dikaitkan karena memiliki konsep yang dianggap sama.
Ada beberapa unsur utama yang dimiliki oleh startup namun jarang dimiliki oleh UKM. Tiga unsur tersebut adalah potensi tinggi (high potential), pertumbuhan yang pesat (fast growth), dan efisiensi modal (capital efficiency).
Potensi tinggi (high potential) diartikan startup dapat memiliki skala yang sangat besar; dapat bernilai hingga milyaran dollar AS. Bahkan tidak sedikit startup yang memiliki kompetitor di luar negara tempat mereka mengembangkan. Startup sangat fleksibel karena mereka tidak akan berhenti di satu titik, maka dari itu, target pasar mereka semakin waktu akan semakin membesar.
Pertumbuhan yang Pesat (fast growth) merupakan salah satu indikator bahwa startup itu sehat. Sebenarnya, startup dirancang untuk tumbuh dengan sangat cepat di masa ini. Pertumbuhan startup berkaitan dengan kegunaan dari produk yang diciptakan. Semakin banyak orang yang menggunakan (disebut pengguna), tentu akan meningkatkan nilai dari perusahaan startup tersebut. Namun, dari banyaknya startup yang sukses yang sering didengar masyarakat, tidak sedikit juga yang mengalami kebangkrutan. Startup tentu memiliki tantangan tersendiri dalam menumbuhkan perusahaannya, apalagi startup biasanya memiliki saingan yang tidak sedikit pula.
Efisiensi modal (Capital Efficiency) termasuk kunci utama dalam sehatnya kondisi startup. Startup menggunakan dana yang kecil di awal pembangunannya, karena dana tersebut biasanya bersumber dari kantong awal pendiri ataupun pemegang kekuasaan terkait. Meski menggunakan dana kecil, startup memegang prinsip untuk terus bertumbuh sehingga dana kecil tersebut bisa menjadi lebih besar. Salah satu sumber dana dari startup yang sudah terbentuk adalah dari Investor. Investor melihat bagaimana potensi dari suatu startup dan produk yang dihasilkannya, lalu jika mereka yakin, mereka akan menanamkan modal mereka pada startup tersebut yang masih memiliki nilai kecil. Dalam beberapa tahun ke depan, startup yang sukses akan menghasilkan pengembalian investasi yang lebih besar.
Startup kian erat kaitannya dengan perusahaan yang bergerak pada bidang teknologi. Beberapa produk yang mereka menghasilkan memang ditujukan untuk digunakan oleh pengguna oleh gawai pengguna masing-masing sehingga dapat meraih market share. Startup sangat berfokus pada market share. Dengan market share yang didapat, para investor akan semakin yakin bahwa suatu startup dapat memiliki masa depan yang cerah.
Pada akhirnya kita akan mengetahui bahwa startup bukan sesuatu yang mudah, meski sering terdengar indah. Sebuah tim yang solid, ide yang cemerlang, eksekusi yang matang, pengujian mendalam hingga pemasaran terarah akan membuat perusahaan rintisan memiliki nilai yang besar dan menguntungkan.
Tags :
Startup, Digital Agensi, Digital, Agency, Technology, Vantura